Oknum Brimob Pemilik Sabu Dituntut Delapan Tahun Penjara

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Hanafi Sampurna

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Udata (33), oknum anggota Brimob Kompi 3 Batalyon B Menggala dituntut delapan tahun
penjara.

Udata yang merupakan warga Jalan Imam Bonjol, Gang Hanoman, Bandar Lampung dinyatakan terbukti memiliki dan
menyimpan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu sebanyak satu paket besar dengan berat 7,4 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukaptono pada sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (29/10/2013) menyatakan
Udata terbukti memiliki sabu-sabu bersama Hendro Riswanto (dituntut sembilan tahun penjara).

"Meminta majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Udata selama delapan tahun dengan
dikurangi masa tahanan yang telah dijalani. Dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara," ujar JPU
Sukaptono.

JPU Sukaptono menjelaskan perkara tersebut bermula saat Selasa, 28 Mei 2013 sekitar pukul 15.30 WIB, Udata bertemu
dengan Hendro di Brebes, Kampung Sawah, Tanjungkarang Timur.

Lalu Hendro meminjam motor Udata dengan alasan akan diisi bensin. Setelah itu Hendro meminta Udata mengantarkannya
ke Hotel Jokio di Jalan Urip Sumoharjo. Kemudian Udata membonceng Hendro dengan motor Yamaha Mio menuju hotel
tersebut. Sesampai di hotel, Hendro meminta Udata untuk menunggu di halaman hotel, lalu Hendro masuk kedalam
hotel.

"Pada saat Udata menunggu tersebut, Hendro ditangkap oleh petugas kepolisian. Lalu polisi turut menggeledah motor
Udata dan menemukan satu paket besar sabu-sabu seberat 7,577 gram," tandas JPU Sukaptono.

Lebih jauh JPU Sukaptono menjelaskan terbongkarnya kasus tersebut bermula dari tertangkapnya Jauhari (disidangkan
terpisah) saat menginap di Hotel Jokio karena kedapatan membawa satu butir pil ekstasi. Setelah diinterogasi,
Jauhari mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Hendro. Jauhari saat itu juga menyatakan Hendro akan
kembali lagi ke hotel tersebut.

Tidak lama kemudian Hendro kembali menemui Jauhari dan saat itulah polisi melakukan penangkapan terhadapnya.
Kepada polisi Hendro menyatakan satu paket besar sabu-sabu seberat 7,577 gram adalah miliknya.

Dihadapan ketua majelis hakim Nursiah Sianipar, JPU Sukaptono juga menyatakan berdasarkan hasil test urine kepada
Udata positif mengandung metamfetamina.

Baca Juga:

Oknum Brimob Pemilik Sabu Dituntut Delapan Tahun Penjara

Pelatih Barcelona: Madrid Seharusnya Memang Dapat Penalti

KPK Lamban Usut Korupsi yang Mengarah ke Penguasa


http://id.berita.yahoo.com/oknum-brimob-pemilik-sabu-dituntut-delapan-tahun-penjara-075822870.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger