Marzuki Alie: Kirim Koruptor dan Bandar Narkoba ke Pulau Terpencil

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mewacanakan kebijakan pengasingan koruptor dan bandar narkoba di pulau terpencil sebagai tempat hukuman. Kebijakan itu akan diterapkan bila terpilih sebagai Presiden RI pada Pemilu 2014.

Marzuki mengatakan kebijakan itu diharapkan pelaku menyadari kesalahannya dan tidak lagi mengulangi perbuatan serupa dan akan membuat orang takut untuk melakukan tindak pidana korupsi maupun menjadi bandar narkoba.

"Saya kerap berpikir bagaimana caranya melawan penyakit bangsa ini seperti korupsi dan narkoba. Salah satu pemikiran saya adalah dengan mengirim mereka yang sudah dipidana karena korupsi berat dan terlibat dalam peredaran narkoba berat yang tidak dihukum mati ke sebuah pulau terpencil yang disulit dijangkau dan sulit untuk melarikan diri untuk menjalani hukuman," ujar Marzuki Alie di Jakarta, Selasa (28/10/2013).

Marzuki menilai korupsi dan narkoba adalah musuh besar bangsa ini sehingga diperlukan tindakan yang keras untuk memeranginya. Selama ini, menurutnya, mereka yang sudah merusak negara seperti koruptor dan bandar narkoba ini masih mendapatkan fasilitas negara yang bisa dikatakan enak

"Dengan menempatkan mereka di sebuah pulau terpencil maka negara tidak terlalu harus mengurus mereka.Mereka yang dipidana karena narkoba atau korupsi harus benar-benar menjalani hukuman tanpa diberikan fasilitas lainnya oleh negara seperti ruang tahanan, makanan dan lain-lainnya yang cukup banyak menghabiskan anggaran negara. Koruptor itu kan sudah memakan uang negara," kata Marzuki.

"Sementara para bandar narkoba,mereka merusak generasi muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini, maka pantas mereka dipindahkan ke pulau kalau tidak dihukum mati.Jangan sampai mereka yang merusak bangsa ini harus dibiayai pula oleh negara.Jadi rugi dua kali rakyat dan bangsa ini," katanya lagi.

Marzuki mengatakan di pulau tersebut mereka tidak akan menikmati fasilitas ektra yang bisa mereka dapatkan atau beli di penjara-penjara yang ada seperti saat ini. Mereka juga bisa dimanfaatkan untuk membangun pulau-pulau yang selama ini tidak bisa diolah.

"Mereka tidak akan bisa kabur, tidak akan bisa berkomunikasi dengan seenaknya seperti saat ini, mereka harus biayai diri mereka sendiri di pula tersebut jika memang ingin makan.Dengan demikian mereka akan sadar betapa beratnya rakyat di pedalaman menjalani hidup," tegasnya.

Marzuki mengakui idenya muncul setelah banyak mengunjungi dan melihat kondisi masyarakat di daerah-daerah pedalaman.Kehidupan rakyat di daearh pedalaman menurutnya masih banyak yang jauh lebih sulit dari para koruptor yang masih bisa makan tiga kali sehari, mendapatkan fasilias kesehatan, masih bisa berkomunikasi dan keluar dari penjara seenaknya karena permainan dengan para petugas.

"Saya kerap melihat kehidupan masyarakat di berbagai tempat terpencil yang jauh lebih sulit daripada para koruptor dan bandar narkoba ini di penjara," ujarnya.

Marzuki mengakui idenya ini bisa dianggap tidak berperikemanusian kepada para terpidana korupsi maupun bandar narkoba,tapi menurutnya lebih tidak berperikemanusiaan lagi jika membiarkan bandar narkoba dan koruptor mendapatkan fasilitas negara, sementara rakyatnya yang jadi korban mereka justru tidak mendapatkan apa yang didapatkan para koruptor tersebut.Para terpidana ini harus merasakan hidup terisolasi sehingga bisa bertobat ketika keluar nanti.

"Kita harus membalikankondisi ini. Rakyat yang selama ini tidak mendapatkan fasilitas kelas 1 akan mendapatkan fasilitas kelas satu, sementara koruptor cukup mendaptkan fasilitas minimum seperti kesehatan, dan sebagainya," katanya.

Baca Juga:

Marzuki Alie: Kirim Koruptor dan Bandar Narkoba ke Pulau Terpencil

4 Gay yang Digerebek Dikenai Wajib Lapor

BlackBerry Serius Tambahkan Fitur Voice dan Video di BBM


http://id.berita.yahoo.com/marzuki-alie-kirim-koruptor-dan-bandar-narkoba-ke-112049173.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger