Djoko Pekik Kecam Pembubaran Pertemuan Korban 1965  

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelukis Djoko Pekik mengecam penyerangan silaturahmi korban 1965 di Wisma Santhidarma, Kecamatan Godean, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad, 27 Oktober 2013. »Ini sangat tidak adil untuk sesama warga negara," kata Djoko Pekik ketika dihubungi Tempo lewat ponselnya, Ahad sore, 27 Oktober 2013. (Baca: Acara Silaturahmi Korban 65 Diserang FAKI)

Menurut Pekik, semua orang punya kebebasan untuk berkumpul dan berpendapat, termasuk bebas berideologi. Seniman yang berhimpun dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat atau Lekra ini menegaskan penyerangan itu membuat keluarga korban 1965 semakin menderita. Korban 1965, kata Pekik, sudah cukup sengsara karena mengalami trauma akibat peristiwa 1965. Dia berharap peserta acara silaturahmi itu menuntut keadilan karena kekerasan. »Korban harus lapor polisi. Pelaku harus diadili," kata Pekik.

Dia mengatakan tidak mendapat undangan silaturahmi korban 1965. Acara itu, kata Pekik, berlangsung mendadak. Pekik langsung menghubungi panitia acara silaturahmi korban 1965, Irina Dayasih, setelah mengetahui informasi penyerangan itu. Menurut Pekik, Irina Dayasih adalah putri dari Njoto. Ayah Irina ini adalah Wakil Ketua Central Comite Partai Komunis Indonesia.

Adapun Pekik, yang merupakan anggota sanggar seni Bumi Tarung, bagian dari Lekra, pernah menjadi tahanan politik selama peristiwa 1965 pecah. Ia ditahan di Penjara Wirogunan, Yogyakarta, pada 8 November 1965 hingga 1972.

SHINTA MAHARANI

Topik terhangat:

Misteri Bunda Putri | Gatot Tersangka | Suap Akil Mochtar | Dinasti Banten

Berita lainnya:

Jokowi: Blusukan di Jakarta Bikin Nangis

Demokrat Ditelanjangi, Ical: Bukan TV One

Pelaku Memanggil Adiguna Sutowo dan Istrinya

Mau Untung Besar dari Sengon, Ini Rumus Jokowi

El Clasico, Neymar Gemilang, Bale Tenggelam


http://id.berita.yahoo.com/djoko-pekik-kecam-pembubaran-pertemuan-korban-1965-223850232.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger